Senin, 12 Oktober 2015


TELAH HADIR MAJALAH SAJADAH

Telah hadir Majalah Sajadah edisi II Spetember 2015 yang diterbitkan oleh Lembaga Pers Penerbitan dan Jurnalistik Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kayen, Kab. Pati Jawa Tengah dengan Grand Tema," RADIKALISME ANCAMAN KEUTUHAN NKRI." juga dilengkapi rubrik-rubrik menarik. Daftar isi: Radikalisme Ancaman Keutuhan NKRI, Kampus dan Darurat Radikalisme, Memahami Islam Radikal Secara Radikal, Pendidikan Investasi Dunia Akhirat, Peran Pelajar NU, Belajar Menjadi Yang Terbaik, Isu Gender, Biografi HadrotusSyaikh Zuhdi Abdul Manan Alhaj, Prasasti Galeh Asem Kemis Syeikh Sariden, Dibalik Nasehat Nenek Moyang, Geliat Santri Menjadi Pengusaha, Cerpen, Puisi, Resensi, dll. Alamat Redaksi; Jl. Kayen Sumbersari Km. 1 (Belakang RSUD Kayen-Pati). Untuk pembelian bisa menghubungi Nur Colis 085293164980, Abdul Rokhim 085878720431, Kholid Firdaus A 083843152665, Nur Saadah 087831700626, Melly Lestari 089607616269.

Minggu, 14 Juni 2015

Hey, Guys! dari pada Loh pade nulis status di fb, twit, Bm, de el el, mending ikutan juga nulis di sini. Karya kamu akan kami terbitkan dalam sebuah buku. Loh pade kan bisa terkenal ... gak cuma itu, karya kalian insya Allah bermanfaat bagi para pembaca dan berpahala. Ayo sekarang! Kapan lagi kalau gak sekarang ... Siapa lagi kalau bukan kita. Ditunggu ya Guys!

Rabu, 18 Februari 2015

            Miris … itulah kesan pertama ketika mengamati fenomena zaman ini. Ketika masyarakat lebih mengenal hari Valentin daripada hari Rasulullah SAW dilahirkan. Meskipun Maulid sudah berlalu, namun cahaya keindahan dari sosok teladan terbaik masih selalu menyelimuti pada hari-hari yang berganti. Namun mengapa perayaannya tak sehebat Valentin’s Day? Apa karena daya fikir masyarakat lebih cenderung pada budaya barat? Mengapa seperti itu? Padahal kita hidup di negara yang bermayoritas Islam? Mengapa banyak di antara kita yang malah ikut merayakan budaya orang Kristen? Mengapa? Apa mereka tidak tahu bagaimana sejarah dari hari Valentine yang disebut sebagai kasih sayang itu? Duh … aku miris sekali.
Bulan Februari selalu semarak dengan nuansa yang serba pink, katanya menandakan rasa kasih dan sayang seseorang kepada orang yang dicintainya. Banyak orang yang mengaku bahwa mereka akan ikut merayakan hari yang disebut Valentine’s Day dengan bertukar coklat, bunga, sampai seperangkat alat sholat, Upps! Tapi bagi saya pribadi, semua hari yang saya lalui haruslah diisi dengan rasa kasih sayang kepada sesama, dan bukan hanya pada tanggal 14 Februari saja. Sebenarnya ada apa dengan tanggal 14 Februari? Kenapa pada tanggal itu banyak orang bertukar hadiah, mengungkapkan rasa cinta dan kasih? Adalagi  yang sangat membuat miris hati, ketika para remaja menggadaikan kesucian diri sebagai bukti cinta yang sesungguhnya. Menjalin hubungan layaknya suami istri padahal belum menikah. Na’udzubillahimindzalik….
            Darimanakah budaya ini berasal? Budaya ini berasal dari upacara ritual agama Romawi Kuno. Adalah Paus Gelasius I yang memasukkan upacara ritual Romawi Kuno ke dalam agama Nasrani pada tahun 496. Sejak saat itu umat Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day. “Agar lebih mendekatkan lagi pada agama Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacaya ritual Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang meninggal pada tanggal 14 Februari.”(Demikian The Encyclopedia Britania, vol.12 mencatat)
            Nah lho? Sudah pada tahu kan, darimana Valentine’s Day berasal? Ia berasal dari bangsa Kristen, untuk memperingati seseorang yang telah meninggal. Itu budayanya orang Kristen, tapi mengapa kita penduduk yang bermayoritas Muslim harus ikut-ikutan merayakan? Merayakan suatu budaya orang Kristen? Mengapa?  Padahal Allah telah memberi kita sebuah panduan yang menjadi jalan keselamatan bagi siapapun yang mengakui bahwa hanya Allah Tuhannya, Islam agamanya, dan Muhammad Rasulnya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya: “Katakanlah, “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.” (QS. Al-Kafirun 1-6)
            Seharusnya kita sebagai seorang Muslim, harus mempunyai pendirian, dan tidak selalu ikut-ikutan dengan budaya umat Kristen yang mengatasnamakan kasih sayang. Kita jangan sampai tertipu dengan embel-embel kasih sayang, yang pada prakteknya malah sampai keblabasan. Kasih sayang diartikan sebagai suatu bentuk pencurahan segala kasih, pemberian hadian dan kejutan, bahkan sampai kehormatan. Betapa banyak dari kita para remaja, yang tertipu dengan kedok ini. Kasih sayang dalam Islam harusnya selalu ada setiap hari. Batas-batas pergaulan dari Islam pun telah ditata sedemikian apik. Tanpa mengusik dan tak pernah menggelitik apalagi mencabik-cabik, semuanya terasa resik.
            Namun lagi-lagi saya pribadi begitu miris, ketika perayaan Valentin pada masa kini mengalami penyimpangan yang begitu jauh. Jika pada masa Romawi perayaan ini terkait dengan dunia mitologi pada dewa, lalu pada masa Kristen menjadi simbol perayaan agama, namun pada masa sekarang, identik dengan pergaulan bebas muda-mudi yang sedang dimabuk cinta. Hingga mereka tak sadarkan diri telah melakukan suatu dosa dan tentunya semakin jauh dari tatanan agama. Mulai dari berpandang-pandangan, berkenalan, SMSan, telponan, ketemuan, tuker-tukeran hadiah sampai tukeran kaki, eh maksud saya hati, hingga kehormatan diri. Yang terenggut demi membuktikan sebuah cinta yang selalu menggema dalam hati mereka. Waduh … padahal pacar mereka belum tentu menjadi jodohnya. Belum tentu menikah dan jadi suami istri, tapi kok? Berani melegalkan kehormatan diri? Yaa, begitulah pergaulan masa kini. Yang cenderung jauh dari Islami, meskipun tidak semua.
            Ada baiknya kita sebagai remaja, untuk menelaah lebih jauh tentang informasi-informasi di sekitar kita dan tidak selalu terbuka akan budaya-budaya yang belum diketahui dengan jelas darimana sumbernya, bagaimana asalnya. Karena segala sesuatu pasti akan dimintai pertanggung jawaban. Allah berfirman : “Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya. (Qs.Al-isyra’ (17) ayat 36.
            Katakan ‘yes’ untuk merayakan Maulid, and say ‘no’ to Valentine!

Senin, 02 Februari 2015

 MIMPI BASAH & ONANI


   Onani ? wah wah wah... temanya agak fulgar ya? Mendengar judulnya saja bulu kuduk udah merinding. He2x... tapi tak apalah sekali-kali kita bahas sesuatu yang bikin bulu kuduk kita merinding. Saya yakin rekan dan rekanita pasti udah tau dengan istilah mimpi basah, onani  dan masturbasi. Apalagi cowok-cowok tuh. Pasti udah hafal banget. Iya kaan??
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa onani adalah menyentuh, menggosok dan meraba bagian tubuh yang peka dan menimbulkan rasa menyenangkan (body seks organ) untuk mendapatkan kepuasan (orgasme). Onani atau masturbasi lebih sering dilakukan remaja laki-laki ( hayoo ngakuuuu? ) tetapi bisa juga dilakukan remaja perempuan. Misalnya laki – laki melakukan masturbasi dengan penisnya, remaja putrid menyentuh klitorisnya hinggga dapat menimbulkan perasaan yang sangat menyenagkan atau bisa timbul ejakulasi pada laki – laki.
    Perlu kita ketahui bahwa remaja laki-laki memproduksi sperma setiap harinya dan perlu dikeluarkan melalui proses yang disebut ejakulasi. Sperma yang sudah diproduksi akan dikeluarkan dari testis melalui saluran atau vasdeferens kemudian berada dalam cairan mani yanga da di Vesicula seminalis , sperma disimpan dalam kantung mani jika penuh secara otomatis akan dikeluarkan ( tidak disadari oleh laki – laki ). Nah inilah yang disebut dengan mimpi basah. Sedangkan yang caranya dengan disengaja atau dipaksa, nah inilah yang disebut dengan onani atau masturbasi.
Mimpi basah dan ejakulasi dan Agama Islam dikaitkan dengan hokum / syariat. Karena dengan peristiwa tersebut yang bersangkutan telah memasuki usia dewasa atau baligh. Dengan kata lain telah dibebani dan wajib menjalankan syariat Islam.
Rosulullah SAW bersabda :
Artinya : Belum dibebani bagi tiga golongan; pertama orang tidur sampai ia bangun, kedua anak-anak sampai ia mimpi keluar mani (ejakulasi), ketiga orang gila sampai ia waras. (HR. Abu Dawud).
Secara medis onani atau masturbasi tidak mengganggu kesehatan asal dilakukan dengan wajar atau dengan alat yang membuat penis terluka. Eits jangan senang dulu rekan-rekan.. ada dampak yang lebih ngeri lagi loh. Karena kalau menurut psikologis jika hal ini sering dilakukan akan menyebabkan ketergantungan dan terganggunya konsentrasi pada diri remaja. Kadang merasa berdosa besar, merasa bersalah, merasa orang paling kotor dan aneh sendiri dll. Apabila masih dilakukan terus menerus bahkan sampai nikah, bisa dipastikan hal itu akan sangat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Karena bisa jadi ketika melakukan hubungan intim dengan sang istri, dia tidak puas dengan istrinya sendiri, lebih puas bila onani. Lebih parahnya lagi apabila itu tetap dilakukan, bisa jadi pelakunya tidak merasa PD dengan dirinya sendiri, merasa sangat bersalah, merasa tidak bisa memuaskan sang istri. Hal itu berdampak penyakit yang sangat ditakutioleh para laki – laki sedunia yaitu Impotensi dan Ejakulasi Dini. Kalau sudah impotens, mana mungkin sperma bisa keluar, mana mungkin bisa mendapat keturunan, karena tidak ada proses pembuahan disitu.
THE NEXT, BAGAIMANA MASIH INGIN MELAKUKAN ONANI??
Semmbuh dari ketergantungan onani memanglah sulit, bahkan penelitian mengatakan bahwa menyembuhkan ketergantungan onani lebih sulit ketimbang menyembuhkan ketergantungan pada Narkoba. Bisa dilihat, bila ketergantungan Onani fisiknya masih kelihatan sehat-sehat saja. Berbeda ketergantungan Narkoba, fisik kelihatan kurus dan pucat. Disamping itu ketergantungan onani tidak ada obatnya kecuali tumbuh dalam diri sendiri kemauan keras untuk sembuh.
Berikut tips untuk bisa terhindar dari kebiasaan Onani :
  1. Buang semua akses porno ( Video, cerita-cerita vulgar, gambar dll )
  2. Mulai selalu berfikir positif dan menghilangkan perasaan bersalah pada diri sendiri
  3. Mencari banyak teman lewat komunitas-komunitas yang positif. Misal ikut aktif dalam organisasi sekolah, IPNU, IPPNU dll.
  4. Cari banyak-banyak kegiatan atau kesibukan agar tidak terlalu bengong dan menganggur dirumah. Agar virus – virus tersebut tidak menempel didalam otak kita.

Hidup sehat tanpa onani. Menjadi kader muda pemimpin bangsa yang selalu aktif belajar, berjuang dan bertaqwa. Ok.

                                                         

                                                      Oleh : Deden Luki Aji

Senin, 26 Januari 2015

Menyebarnya agama Islam di Indonesia merupakan suatu karunia Allah yang patut disyukuri oleh setiap muslim. Bukan hanya dalam ucapan atau hati saja, tapi implementasi dalam bentuk sikap dan perbuatan setiap muslim.
Salah satu pelopor penyebaran agama Islam di Indonesia terutama di Pulau Jawa yang termasyhur adalah Walisongo. Pola penyebaran agama Islam secara sukarela, tidak memaksa dan menyatu dengan budaya adat jawa mampu membuat masyarakat menerima agama ini dengan terbuka. Islam yang diajarkan oleh para wali ini masih terjaga baik sampai saat ini yaitu mayoritas Islam yang menganut madzhab Syafi’i. Namun bak pohon yang sudah tumbuh tua ada saja benalu yang menempel pada pohon tersebut. Agaknya inilah gambaran Islam di Indonesia sekarang. Ketika Islam sudah tertanam kuat di masyarakat ada saja faham baru yang hendak mengganti bahkan menghilangkan madzhab Syafi’i di Indonesia dengan dalih kembali pada ajaran nabi Muhammad SAW mereka seolah membuat ajaran modernisasi. Dengan dalih bid'ah mereka mengharamkan ajaran ulama’ terdahulu seperti tahlilan, membaca al-barzanji, sholawatan, ziarah kubur, dan sebagainya. Mereka juga mengharuskan orang Islam untuk berijtihad sendiri, berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits saja tanpa harus melihat pertimbangan dari ulama’- ulama’ salaf. Dan inilah yang katanya disebut dengan modernisasi agama.
Jika dikembalikan pada konsep awal mereka yaitu kembali pada ajaran nabi, siapa yang lebih tahu tentang nabi? Siapa yang lebih faham tentang nabi? Dan siapa yang lebih mengerti tentang hukum Islam? Apakah para ulama’ terdahulu ataukah para pengagum modernisasi agama-agama ini?.
Adalah sesuatu yang janggal ketika seseorang sudah mulai meninggalkan ajaran para ulama’ terdahulu, dan Islam nantinya pun akan berbeda dengan Islam zaman nabi. Lalu dimana letak ajaran-ajaran kembali pada rasul? Bukankah ini akan membuat Islam semakin jauh dari rasul. Ini adalah salah satu dari bahaya “Modernisasi Islam” terus berkembang yang akan membuat kita semakin jauh dari ulama’.
Kenapa para missioner pendakwah mengarahkan sasaran dakwahnya kepada para pelajar? Tentunya karena pelajar ini masih labil, masih mencari kebenaran dengan ajaran-ajaran leluhur mereka pertahankan. Inilah moment yang paling tepat tatkala kita sedang haus akan ilmu dan hati yang cenderung memberontak, kita ditawarkan dan disuguhkan dengan makanan-makanan rohani yang sebenarnya bertolak belakang dengan ajaran nabi Muhammad SAW. Alangkah riangnya otak dan hati kita akan menerima ajaran-ajaran yang dibawa oleh kaum yang mengatasnamakan modernisasi Islam, namun kenyataanya tidak sesuai dengan Al-Qur'an.
Kita tidak tahu nasib kita di ahirat kelak karena melakukan penyelewengan ajaran. Dalam sebuah hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori menyebutkan :
من فسرالقرأن برأيه فليتبوّء مقعده في ا لنار (رواه ابخا رى) 
Artinya : Barang siapa menafsirkan Al-Qur'an dengan pendapatnya sendiri, maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dari neraka. (HR.Bukhori)

Walhasil dengan tidak sengaja dan tidak langsung, kita sudah membeli tiket ke Neraka jika kita sampai menerima ajaran-ajaran tersebut. Maka dari itu sebagai generasi muslim sejati dalam mencari ilmu hendaklah memiliki guru yang benar-benar berpegang teguh pada sumber ajaran dan mengikuti ulama'-ulama' terdahulu yang sudah diketahui keabsahannya dalam bidangnya. Dan wajib bagi seorang muslim untuk thulul amal ( berfikir panjang) sebelum mengambil suatu keputusan atau ajaran.
ما خاب من استخرولاندم من اتشر                                                  
Artinya : Tidak rugi orang yang mau beristikoroh dan tidak akan menyesal orang yang mau bermusyawarah.

By : Redaktur 2011
Sungguh ku semakin bodoh
ketika ku mempelajari ilmu mu
ketika ku berusaha ingin tahu
tentang apa ini apa itu dalam kehidupan ini

Sungguh ketika kau anugerahkan masalah dikehidupanku
aku semakin bingung
bagaimana bisa aku menyelesaikannya
tapi ketika kau memberikan solusi kepadaku
karna kasihmu padaku,
aku semakin tidak tahu dan bodoh
padahal aku telah mendapatkan satu ilmu darimu
sedangkan ilmu-mu tiada terhingga

"Wa maa uwtiitum minal'ilmi illa qoliilaan"

Ku baca ayat sucimu,
ku resapi,
ku hayati,
aku semakin bertambah bodoh saja
dan bahkan hina sehina-hinanya
karna ku, sombong
karna ku, merasa yang terhebat
padahal aku hanya buih lautan
dan ilmu-mu lebih daripada lautan

" Kalau tidak aku, siapa yang bisa? "
terbesit kata itu berulang kali
penuh dengan keangkuhan
penuh dengan kemunafikan
seperti Iblis ketika diminta bersujud kepada Adam
ingkar dan menyombongkan diri

Astaghfirullah............
astaghfirullahal'adziimm.......!!
ampuni aku ya rabb........!!
ampuni aku atas segala keangkuhan diri ini
ampuni aku karna tiada menuhankanmu disetiap langkahku
allahummaghfirlana, dzunubana wahotoyana kullaha...
amiin